Pengalaman Keracunan Seafood
Siapa yang nyangka dibalik nikmatnya makan seafod bisa berakhir dengan rasa cemas?
Yup! Itu yang dirasakan keluarga kami hari Rabu kemarin. Yang keracunan sebenernya anak saya yang paling bontot. Tapi bikin kami waswas banget.
Awalnya, saya berinisiatif sepulang sekolah anak bungsu nanti akan mengajaknya untuk ikut pergi ke sekolah kakaknya. Ada hal administratif yang mengharuskan saya pergi ke sana. Sebenernya ngurus tabungan dan karena ada hal lain maka saya tarik tabungan sekolah anak sulung saya itu. Rencananya saya mau berangkat sekalian dari jemput anak bungsu biar gak bolak balik.
Rencana mulus, uang sudah di tangan. mumpung lagi di deket alun-alun, saya tawarilah anak bungsu yang ngikut itu mau jajan apa. Dipikiran saya ya budget 50 rebu cukup lah ya, paling jajan Kopken, Mixue atau Roti O gitu. Mumnpung lewat. Mengingat kami jarang main ke sini. Tapi, anak saya malah dengan ajaib minta seafood. Gak ada di bayangnan saya sebelumnya. Saya iyakan aja karena memang di dekat rumah gak ada yang jual seafood tumpah.
Karena penasaran dengan kedai daerah sana yang belum kami kunjungi, saya coba order seafood tumpah di sana. Tempatnya cukup dekat dengan sekolah anak sulung saya. Kami pun order di sana.
Ketika masuk ke kedainya, ternyata tak sesuai ekspektasi saya. Saya tahu tempat ini seliweran di aplikasi Tiktok. Tempatnya tampak cozy dengan range harga yang cukup terjangkau. Tapi ketika saya masuk, vibenya agak panas, kipasnya tak nyala. Oh, tentu saja panas untuk musim kemarau seperti ini. Terasnya tampak kotor, namun saya berusaha positif thinking.
Saya tanya apakah seafoodnya ready, ternyata ada! Langsung saya pesan yang paket mix ber-2. Sekalian Es Cappuccino. Menunggu beberapa menit, mungkin sekitar 20-30 menit, pesanan jadi dan kami pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, anak bungsu saya langsung menyambar seafood yang masih lumayan panas itu. Tak sabar, ia menyicipnya langsung. Padahal harusnya pakai nasi. Tapi, beberapa menit setelah makan itu, dia bergegas untuk ambil nasi panas dan ayam bakar yang saya buat tadi pagi.
Qodarullah, sekitar 2 atau 3jam selepas makan, anak bungsu saya mulai muntah-muntah. Katanya mual. Saya sempat bingung, kenapa bisa begini? Padahal sebelumnya dia tidak ada alergi seafood.
Memang sebelumnya kami jarang sekali konsumsi seafood kecuali udang. Dan si bungsu ini tidak kenapa-kenapa. Sempat suudzon keracunan antara kerang atau ayamnya. Saya sendiri tidak merasakan mual. Entah karena saya makan cuma sedikit, karena saya pikir ini untuk anak-anak saja, dan saya memang gak terlalu suka saja.
Akhirnya saya jauhkan makanan itu dan larang anak saya buat lanjut makan sisanya. Tapi tanpa disuruhpun dia sudah gak mau juga, sih. Hehe.
Saya sempat searching tuh di Tiktok, biar lihat kondisi orang lain. Malah bikin tambah parno karena rata-rata yang mengalami sampai masuk ke IGD. Ada yang sampai dirawat juga. Saya tanya juga gimana, apakah ada pusing atau tidak. Ternyata tidak. Dari suhu badannya juga normal. Sementara saya dan ayahnya pantau.
Buru-buru saya beli air kelapa muda, biar tubuhnya terhidrasi. Beli Yakult juga biar pencernaannya membaik. Karena selain muntah, dia sempat mencret juga. Dan jaga-jaga kalau butuh ke IGD.
Sampai waktunya tidur, anak saya total muntah sekitar 3x dan 1x pup mencret. Tak ada bengkak atau biduran. Paling ruam di dada sedikit, entah dari keracunan makanan atau bukan. Kondisinya tidak lemas, jadi saya masih pantau dari rumah saja.
Besoknya, saya cek dia sudah biasa, tapi kalau mual katanya sedikit. Khawatir, dong! Namun anak saya meyakinkan kalau dia baik-baik saja. Saya antar ke sekolah, setelah saya wanti-wanti dan lapor ke walasnya untuk minta dipantau. Dan alhamdulillah efeknya memang sudah benar-benar hilang.
Kayanya gak lagi-lagi makan di sana, karena dari seafoodnya sepertinya kurang fresh. Sebelumnya kami makan seafood tidak pernah kejadian seperti itu, bahkan di tempat kios kecil biasa juga.
Sebelumnya, saya juga sudah kecewa dengan kopi yang saya pesan, karena gak ada rasa kopinya sama sekali. Dengan harga 10 ribu percup memang murah, tapi kalau dicoba mending beli GoodDay Freeze aja sih, lebih kerasa kopinya dengan harga yang jauh lebih murah. Kalau ini, disebut kopi juga sungkan. Semoga saja kedai jajanan itu bisa lebih berbenah saja untuk kualitas makanannya.
Anak saya memang punya alergi tapi alergi debu dan dingin saja, dan efeknya bukan yang sampai muntah tapi paling gatal dan mengarah ke sinus atau batuk. Apa mungkin karena dia ada alergi jadinya lebih sensitif kalau makan seafood?
Ya semoga saja tidak ada kejadian yang sama apalagi lebih parah, ya.


Comments
Post a Comment
Silahkan berkomentar dengan baik, sopan dan boleh sedikit bercanda tanpa keterlaluan, ya. No Spam No Iklan.