Bebe Farha

Sunday, January 13, 2013

Bebe si boneka beruang
Cuaca begitu mendung saat anakku Farha merengek-rengek tak karuan bikin kepala cukup pusing dibuatnya, begitu juga dengan ayahnya yang harusnya ia bisa tiduran siang kali ini malah terusik dengan rangakan bahkan tangisan Farha. Seisi rumah dibuat bingung apa yang harus dilakukan agar Farha tak menangis
.

"Nanti ayah beliin boneka baru, ya?" bujuk ayahnya
Namun bukannya berhenti Farha malah menangis sejadi-jadinya. Seisi rumahpun dibuat berisik. Mungkin tak hanya seisi rumah kami saja bahkan rumah tetanggapun bisa berisik kalau terus makin kencang.

"Nak, coba inget-inget kemarin disimpen dimana?" tanyaku
Farha terdiam sejenak, namun mungkin karena ia lupa lantas iapun kembali menangis. Kupeluk tubuh mungilnya tapi tak kunjung diam. Kucoba menenangkan dia, iapun balas memeluk namun tetap sambil menangis. Cukup lama ia menangis hingga akhirnya ia kelelahan dan terkantuk hingga lelap.

Sambil Farha tidur dan kondisi tenang, aku dan suamikupun berusaha mencari boneka beruang milik Farha yang entah berada dimana. Boneka yang begitu ia sayangi dan selalu dipeluk kemanapun ia pergi. Bahkan ketika tidurpun ia harus memeluk boneka itu tapi untungnya kali ini ia bisa tidur meski karena letih karena terkuras oleh tangisnya.

Sudah dicari seetil mungkinpun, boneka itu tak ketemu juga. Padahal bisa saja kami beli boneka baru untuknya tapi ia tahu mana bonekanya atau bukan, mungkin dari baunya atau bentuknya. Meski warnanya sama tapi mungkin bahannya beda. Duuhh... anakku kau begitu tahu detil bonekamu!

Kalau dari sejarahnya, boneka itu sebenarnya bukan dari kalangan ningrat atau barat. Maksudnya, boneka itu bukan boneka yang mahal dan mewah. Bahkan dalam mendapatkannya saja bukan dari hasil membeli. Boneka itu adalah boneka pemberian seorang nenek tetangga kami. Dulu aku sangat benci sekali karena cerewetnya nenek itu. Karena rumahnya yang berdekatan dengan kami,tiap motor yang melintas dekat rumahnya selalu ia tegur agar tidak dinyalakan karena ia merasa terganggu dengan suara mesin motor. Padahal saat itu masih siang. Dari sikapnya yang selalu seperti itu membuatku muak, semntara saudaranya juga melakukan hal itu tak pernah kulihat ia menegur juga. Hanya pada suamiku saja ia berani menegur.

Tapi, pada suatu waktu aku terkejut dengan ia memberi sebuah boneka beruang. Kala itu, anakku menginjak tepat di miladnya yang pertama. Milad yang tak berniat kami rayakan. Hanya membagi sebagian rejeki sebagai tanda syukur kami karena anak kami masih diberi umur untuk menemani kami.

Hal itupun tak lantas kami bagikan karena suami bentrok dengan jadwal kerja. Otomatis harus pada hari libur, karena dirumah tak ada yang bisa membantu. Saat itu, jarak rumah kami dan keluarga besar cukup jauh, antara Jawa Barat dan Jawa Timur. Keluarga kami yang di Bandung jarang datang, karena ongkos yang cukup mahal dan waktu yang sempit. Tambah lagi saat itu kami masih mengontrak jadi rumahnya hanya kontrakan kecil dengan tiga ruangan dan satu kamar mandi, membuat tak leluasa untuk saudara jauh yang ingin datang beramai-ramai kemari.

Namun, tak disangka ketika pagi pada milad anakku, perempuan tua itu mengetuk pintu dan ingin bertemu anakku. Ia lantas memberi bungkusan berisi kado pada anakku. Cukup terkejut karena aku dan suamiku tak memberi tahu siapapun bahwa hari ini malad anakku. Ia ingat milad anakku. Dan ingin memberi bingkisan padahal kami tak punya hubungan darah apapun selain sama-sama keturunan nabi Adam.

Belakangan akupun mengerti mengapa ia hanya berani menegur suamiku, karena ia sudah menganggap kami sebagai anaknya sedangkan saudaranya sikapnya sungguh jauh dari kata saudara. Meski berdekatan meraka jarang tegur sapa. Tak saling memperhatikan. Perempuan itu seperti dibuang secara halus. Akupun pilu dengan cerita perempuan tua itu.

Dan kini, kami yang sudah pindah ke kota Bandung teringat kembali masa itu karena rengekan Farha akan kehilangan boneka beruangnya yang bernama 'Bebe'.

*  *  *

Hari mulai gelap, Farha yang dari tadi tidur cukup lama ternyata terbangun. Awalnya tenang dan aman, tapi lama-lama ia teringat kembali dengan 'Bebe'.

 Gawat sekali jika ia menangis-nangis kembali. Tubuhku malah sudah lemas jika harus mencari kembali. dicari kemanapun tak ketemu, padahal selama ini Farha tak keluar rumah. Pencuri?  Bahkan tak ada yang berkunjung seorangpun, kecuali...

TING-TONG...

TING-TONG...!

'Hah, siapa ya?' gumamku dalam hati. Segera saja kubuka pintu menuju keluar.

"De Farha, ini si Bebe dah bagus sekarang..." ibu yang tadi diluar menunggu langsung nyelonong masuk untuk bertemu Farha. Dengan muka berseri-seri ia tunjukkan boneka yang selama ini kami cari.

"nene..... Bebe...!" anakku begitu girang melihatnya.

"Ibu, kok gak bilang kalau kemarin ngambil boneka Farha?" tanyaku agak kesal tapi berusaha untuk tenang.
"Kamu sih, tuh lihat si Bebe sobek gitu kok dibiarin aja. Kasihan Farha jadi ibu jahitin buat dia..." jelas ibu.
"Ya, tapi kami dari tadi cari-cari bu. Farha malah jerit-jerit gak terima kalau Bebe hilang... Pusing kami..." keluhku.
"hihihi... ya kamu juga dulu gitu " ucap ibu tak memberi solusi atas kekesalanku.

Ibuku malah lempeng aja tak merasa ada masalah. Dan anakku juga malah senang neneknya datang dan lupa kalau 'Bebe' nya diambil oleh neneknya. Suamiku hanya bisa ketawa.

"Gak papa ma, yang penting anak kita senang dan ceria lagi," ucap suamiku berusaha menenangkanku karena mukaku masih kusut.

Akupun senang Farha ceria lagi dan seisi rumahpun begitu damai.

*  *  *
"Ma, 'Dodok' mana Ma...? "
Tiba-tiba anakku menanyakan sesuatu ketika aku memulai menulis. 



"Dodok, Ma....Dodok...!"

Hmmmm...Ibuuuu.....!

-end-
kedekatan anakku Yumna dengan Bebe

Sehari-hari bersama Bebe


cerita ini terinspirasi oleh Bebe dan anakku yumna, mohon untuk tidak dibajak untuk share boleh asal dicantumkan link sumber yang asli!


You Might Also Like

2 komentar

  1. senyum-senyum sendiri baca cerita kamu san? pasti kamu bete bgt. san, dodok apaan? nama anakmu farha apa yumna?

    ReplyDelete
  2. ini cuman fiktif sayy, nama anakku Farihah Yumna Batrisyia, panggilannya Yumna. Dodok itu maksudnya boneka kodok, hehe...
    katanya udah punya baby juga?

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar dengan baik, sopan dan boleh sedikit bercanda tanpa keterlaluan, ya. No Spam No Iklan.

There was an error in this gadget

Popular Posts

Flickr Images