Mudik ke rumah kakek yang menegangkan

Tuesday, August 13, 2013

Bulan Syawal datang juga, pastinya pada awal bulan ini kaum muslim merayakan hari raya Iedul Fitri tiap tahunnya. Dan khusus untuk warga Indonesia mendekati hari ini jalanan akan ramai terutama untuk jalur mudik (untuk kota pasti lengang).

Itulah istimewanya di Indonesia, jalur mudik akan ramai dilewati oleh pemudik yang akan pulang kampung atau juga saat arus balik ketika libur hampir usai. dan hal ini setahu saya tidak ditemukan dinegara lainnya, bahkan di Arab sana tempat kelahiran Nabi umat Islam.

Ngomong-ngomong soal mudik, tahun ini seperti tahun yang kemarin saya beserta keluarga kecil saya berkunjung ke rumah kakek suami atau kakek buyut Yumna anak saya. Lokasinya sih tida begitu jauh dari kediaman orang tua saya atau orang tua suami saya, namun yang membuat lelah adalah jalurnya yang bikin jantung
cukup berdegub kencang.

jalannya 'bagus' sekali, bukan...?

jalan yang lumayan bagus, ini paling aman menurut saya

menuju kampung Cileunca


Berada di sebuah desa yang jauh dari keramaian kota, tepatnya di kampung Cileunca, Limbangan Garut. Untuk memasuki kawasan ini, saya dan suami menggunakan sepeda motor. Maklum, kondisi keuangan kami memang belum mampu untuk membeli sebuah mobil.

Jalur yang kami lalui memang agak bahkan sangat berat. Lokasinya yang terletak  diatas, dengan jalan yang luar biasa, yaitu menanjak serta bebatuan. Dengan kondisi seperti itu pastinya hati siapa yang tak takut atau was-was? Mungkin untuk yang sudah biasa tidak lah ya...

pemandangan indah, sungai dan sawah serta rimbun pohon
 Namun dibalik jalan yang begitu extreme, disana disuguhkan pemandangan yang begitu asri sekali. pohon-pohon yang masih kokoh, serta sungai yang bersih, membuat perjalanan kami begitu dinikmati.

Ada hal yang menurut saya menjadi catatan sejarah
dikehidupan kami yang mungkin saya tidak akan lupa. Ketika kami menaiki tanjakan yang kami anggap sebagai tanjakan paling panjang, ternyata motor yang kami naiki tak dapat naik. dan pada tanjakan itu otomatis saya langsung turun, karena saya takut jatuh. Dan benar saja, saya hampir jatuh tapi alhamdulillah saya tidak jatuh (kebayang kalau jatuh takut kebawah). Sayapun mencoba berjalan keatas, namun karena menggendong anak saya yang sudah berusia 20 bulan dengan berat sekitar 10,4 kg... siapa sih yang tidak lelah?
Alhasil, saya dijemput kakak ipar saya, dan sekali lagi Wow! Saya begitu terkejut ketika menaiki, tempat kaki saya tidak ada! Otomatis, kaki saya menggantung sebelah! Belum lagi saya tidak berani memegang pinggangnya dan berpegangan pada besi dibelakang. Untung kakak ipar saya lihai mengendalikan si kuda besi, meskipun saya hampir menangis dan minta diturunkan saja.

Pastinya ini adalah mudik yang bikin jantung saya olahraga tiap tahunnya. Sayapun selalu berpikir, kemana ya para pemerintah padahal dari tahun kemarin ini jalan sama saja. Hmmm... Apa ada yang bisa menjawab?

You Might Also Like

0 komentar

Silahkan berkomentar dengan baik, sopan dan boleh sedikit bercanda tanpa keterlaluan, ya. No Spam No Iklan.

There was an error in this gadget

Popular Posts

Flickr Images