Perjalanan Mendapat Hunian

Monday, March 23, 2015

Siapa sih yang gak mau cepet-cepet punya rumah usai menikah? Semua pasti pengen segera punya hunian untuk keluarga kecilnya biarpun kecil dan sederhana. Betul tidak...?

Begitu pula bagi saya dan suami. Tentunya setelah akad berlangsung kami pasti memikirkan hunian, meskipun rencana harus tertunda karena suami yang masih harus berurusan dengan kota Surabaya, sedangkan niatan kami memiliki hunian di kota Bandung.

Awalnya sih saya berencana untuk membangun rumah dari nol disebuah kawasan perkampungan yang masih sekampung dengan orang tua. Luas tanahnya
7 tumbak  atau sekitar 98m2. Suami keukeuh untuk membangun rumah aja daripada beli jadi di perumahan, karena lebih murah. Kalaupun mau yang murah seperti rumah subsidi, kualitasnya buruk, kebanyakan di daerah Bandung yang lokasinya cukup strategis kualitasnya memang banyak yang dikurangi, seperti tembok antar tetangga yang hanya selapis, belum finishing, pintu yang biasanya model double triplek bukan kayu, dll...


Dengan pertimbangan tersebut, akhirnya saya nyicil membangun rumah. Mulai mengumpulkan sedikit demi sedikit untuk membeli bahan bangunan, dan ongkos bikin. Mulai mempondasi dan membuat sumur karena air sangat diperlukan untuk kelak membangun rumah.

tanah kami yang sudah berpondasi dan sumur

Oke, setelah jadi pondasi dan sumur ternyata saya harus nabung lagi untuk meneruskan pembangunan. Kebetulan kami masih di Surabaya, jadi gak tergesa-gesa.

Namun, lama-lama kok males juga kalau mesti nunggu rumah jadi. Belum lagi lokasinya yang masuk gang, jadi saya merengek minta ke suami supaya pindah haluan, ganti ke plan B, yakni cari perumahan saja! hihi...

Akhirnya sayapun cari-cari iklan entah dimanapun. Tiap pulang kampung bareng suami dipelototin tiap billboard yang berisi iklan perumahan. Tanya ke Bank yang juga menyediakan jasa KPR, atau cari lewat internet. Coba masuk kelokasi, dan susah mencari yang cocok. Entah karena kemahalan dan gak terjangkau atau juga karena lokasinya yang rawan banjir atau terlalu masuk gunung. Yaa, mungkin belum rejekinya, meski agak frustasi juga, heee.

Selang beberapa lama, saya yang sempat bosen pantengin iklan perumahan, eh mulai semangat lagi nyari iklan rumah. Dan dapet iklan di internet bahwa perumahan Puteraco Gading Permai yang di daerah Rancaekek masih dibuka, padahal beberapa waktu yang lalu saya lihat di situs lain bahwa unitnya sudah habis, mungkin itu tahap pertama.

Sayapun kontak suami saya, kebetulan kami sedang LDR karena saya hamil anak kedua dan diungsikan di rumah orang tua. Tentunya, sebelum saya kontak suami, saya tanya dulu lokasinya  ke orang tua saya yang tahu lokasi itu, kebetulan cukup dekat dengan rumah orang tua. Lokasinya cukup bagus, tidak terlalu masuk cukup dekat dengan jalan raya, walaupun Rancaekek terkenal banjir, tapi untuk jalan ke perumahan itu ada satu jalan yang gak pernah banjir, yakni jalur dari Borma- Cipanas. Kalau tak musim hujan, jalan Bojong Hareueus dan Warung Cina bisa menjadi jalan memotong untuk ke jalan raya, namun kalau sudah hujan kedua jalan itu rawan banjir.

Saya jelasin ke suami, dan suami ternyata cocok dan langsung minta kontak marketingnya.  Dan alhamdulillah ada celah.

bukan promoin, kali aja ada yang perlu :)


Saat milad anakku yang ke-3, suami datang dan sekaligus melihat lokasi dengan janjian bersama marketingnya. Suami ternyata cocok, langsung booking, nanti tinggal berkas-berkas yang belum dan menunggu kabar saja.


penampakan saat survey pertama sebelum booking

denah perumahan Puteraco Gading Permai



Booking awal Desember tapi kok belum ada kabar juga sampe mau akhir Januari. Dagdigdug juga takut gak lolos. Mau tanyain bolak-balik gak enak juga. Suamipun dateng pas akhir Januari, sekaliam janjian sama marketingnya lagi buat tanyain soal KPR takut ada berkas yang kurang juga.

Kamipun berangkat kesana karena sekalian mau ke rumah sodara juga. Dan, ternyata marketingnya itu tadinya mau mengabarkan kalau ajuan dari kami sudah di ACC pihak Bank dari beberapa hari yang lalu, cuman marketing yang mengurus tadi sedang bernego dengan pihak bank, karena pihak bank ingin agar kami menambah uang muka sekitar 5 juta. Dan kami diminta kembali tanggal 10 Februari untuk proses akad.

Ya sudah, kamipun tenang.  ACC sudah ada tinggal kirim DP, dan nunggu akad di tanggal 10 Februari.

Hari H-pun datang. Saya berangkat menuju stasiun Bandung bersama ibu dan anak saya. Kami janjian ketemu suami disana karena waktu yang mepet, jadi suami gak bakal sempet untuk kerumah. Saya bawa ibu juga karena kondisi hamil, serta membawa anak.

Sesampainya di stasiun, kami naik angkutan umum menuju BTN di jalan Jawa. Saat sampai, ternyata sudah banyak yang berkumpul. Tapi, kami bukan yang terakhir kok...:). Kami tulis absensi, menunggu cukup lama, sambil melengkapi berkas dengan materai juga. Setelah semua hadir, kami diberi sambutan oleh pihak bank guna menjelaskan proses dan perjanjian KPR bagaimana. Barulah satu persatu sesuai absensi dipanggil untuk melengkapi proses akad. Bertemu notaris, tanda tangan tiap halaman serta sidik jari. Tak lupa suami tanya bagaimana jika status sertifikatnya yang asalnya masih SHGB menjadi SHM. Dan notaris bilang bisa dengan membayar 2 juta rupiah. Nanti bisa diurus, tinggal bilang saja mungkin ke marketing.

Cukup lama juga, karena kami beres akad sekitar pukul 13.00 WIB dari dimulainya acara pukul 09.00 WIB.

Oh, iya sebelum pulang kami diberi kertas yang isinya untuk pengambilan kunci, pompa air, meja, tampat sampah dan jemuran.

2 hari kemudian saya ambil kunci sekalian cek kondisi bangunan takut ada yang rusak. karena garansi hanya 3 bulan. Kebetulan ambil yang ready stock, jadi bangunan udah agak lama.  Ternyata, ada beberapa yang harus diganti. Seperti kusan jendela yang seperti rapuh atau keropos. Beberapa hari setelahnya saya cek lagi nambah jadi ada atap yang bolong.

Saya komplainin ke marketing, Katanya nanti diurus. Sayapun tinggal menabung untuk biaya rehab rumah, maksudnya bukan rehab mengganti ya, tapi memfinish rumah. Kan namanya juga rumah subsidi, belum finishing. Minimal bikin pagar, tutup belakang, dan meng-aci tembok. Yaa, semoga saja pas lahiran nanti rumah udah siap huni. Aamiin...



You Might Also Like

23 komentar

  1. Selamat, Mak! Sangat2 pingin punya rumah sendiri tapi sayangnya bukan pegawai, susah kalo kpr ya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mak... :)
      iya mak harus tetap kalaupun pegawai... tapi PNS atau wirausaha juga bisa kok mak... paling aman sih cash... hehe...

      Delete
  2. Selamat Mak, smga berkah di rumah yg baru :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin... makasih ya mak... salam kenal...:)

      Delete
  3. akhirnya,selamat mak,rumah baru..semoga berkah...
    salam kenal^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak... akhirnyaaaah... meskipun belum lunas, hihi... lahaulaa aja mak... semoga terbayar. aamiin do'anya, salam kenal juga... :)

      Delete
  4. Alhamdulillah, selamat ya mak..semoga berkah dan lancar semuanya aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak alhamdulillah, aamiin do'anya...

      Delete
  5. Selamat mak, alhamdulillah semoga rumahnya berkah ya. Saya juga lagi nunggu rumah yang tak kunjung selesai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mak, aamiin...
      semoga dilancarkan juga rumahnya biar cepet-cepet ditempatin, :)

      Delete
  6. selamat ya mak. semoga berkah. saya lagi DP tanah di perumahan. doakan segera beres dan berkah juga ya mak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin, mak... semoga dilancarkan dan cocok tempatnya serta berkah ya mak...

      Delete
  7. aku ma suami jg lbh milih renov rumah drpd bli jadi mba :).. Inget bgt deh repotnya dulu gimanaa :D Tapi begitu jauh, puaaas bgt rasanya... Tenang gitu ya kalo dah ada rumah

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak kalau sudah punya jadi ada tempat pulang...lebih nyaman

      Delete
  8. stelah menikan dan punya rumah sendiri itu rasanya.... istimewa, jadi ngerasa ibu rumah tangga sungguhan hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. semegah-megahnya pondok indah mertua atau numpang, lebih nyaman dirumah sendiri biarpun kecil... :)

      Delete
  9. Maaf mau tanya kalau di puteraco gading permai sekarang masih ada unit yang avaible gak????? terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya masih ada deh mbak, soalnya masih luas lahannya dan masih banyak unitnya. Coba hubungi saja marketingnya.

      Delete
  10. Alhmdllah ya mba cita2 saya sperti mba jg,mdh2an djabah Allah SWT amin y rabb,, itu ga disurvey mba sm phak banknya?tau2 di acc?

    ReplyDelete
  11. halo.. saya mau tanya nih gimana tinggal di puteraco gading permai nyaman dan aman gak? berencana pengen ngambil juga.. apakah bebas banjir? kalo jalan menuju ke perumahannya bebas banjir juga gak? makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh iya satu lagi bagaimana dengan air nya? susah gak ya?

      Delete
  12. Saya juga pengen ngambil di sana kebetulan Paman Saya ada di pinggir Puteraco itu. Masih ada ga ya?

    ReplyDelete
  13. Salam kenal mba..
    Saya berencana ambil rumah jg dsana..saya mau tnya mba..selain uang dp pembayaran apa lg ya yg hrs saya siapkan smpe waktuny akad dn kira2 berapa ya mba? Thx sblmny mba...

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar dengan baik, sopan dan boleh sedikit bercanda tanpa keterlaluan, ya. No Spam No Iklan.

There was an error in this gadget

Popular Posts

Flickr Images