Aku dan Rumah Orang Tuaku (agak horror berdasarkan kisah nyata)

Monday, June 08, 2015

Iseng-iseng saya ingin masuk ke masa kecil dulu. Saya jadi ingin menuliskannya buat postingan blog.

Ini benar-benar kisah nyata berdasarkan pengalaman pribadi saya selama tinggal di rumah orang tua saya.

Saat itu orang tua saya baru saja membeli sebuah rumah kecil di sebuah kampung, ya kampung yang
masih kami tinggali sekarang. Rumah itu dibeli dengan harga yang cukup murah kala itu karena si pemilik rumah setahu saya butuh uang untuk menikah (pemilik sebelumnya adalah seorang duda).

Rumahnya kecil, bentuknya bilik dan panggung (alas rumah bukan dari tembok namun papan kayu dan memiliki kolong jadi seperti panggung, kalau di kampung saat masa 90-an masih banyak rumah seperti itu). Nyaman, dan posisinya nempel dengan rumah kakaknya.Dan beberapa waktu kemudian terjadi perubahan dimana kami menggeser rumah karena waktu itu yang orang tua kami beli hanya rumahnya tak berikut tanah, dan tanah yang sebelahnya baru kami beli (ya memang seperti itu, mungkin karena rumah panggung itu bisa dibongkar pasang tanpa merusak bahan kali ya.... heee).

skip skip

Nah, waktu itu umur saya sekitar kelas 3 atau 4 SD (pokoknya lagi imut-imutnya, hihi...),dan bapak saya sering pulang lewat maghrib dari kerjanya. Waktu itu tepat lewat maghrib, diluar sudah gelap, tirai atau gorden jendela sudah pada ditutup, lampu-lampu sudah  pada menyala. Nampak dari dalam rumah ada bayangan orang lewat dari balik gorden yang tertutup. Jelas terlihat bayangan karena diluar ada sinar lampu.

Saya seneng banget rupanya bapak sudah pulang. Dan dalam pikiran anak-anak saya, saya ingin menyambut bapak yang baru pulang dengan membukakan pintu dan berseru untuk memberi tahu ibu. Sayapun berlari menuju pintu yang dekat jendela tadi dan berkata, "Asyik aya Ba..."

Suara saya terhenti karena ternyata diluar sepi tak ada siapapun! Sayapun langsung menutup pintu. Ibu gak mungkin gak dengar seruan saya tadi. Saya sedikit kaget saat itu, namun bukannya takut tapi ingat-ingat lagi apa bener tadi ada yang lewat? (padahal kalau sekarang pasti takut banget, haha).

Beberapa waktu kemudian saya, ibu dan kakak perempuan saya ngobrol bareng. Ternyata mereka juga sering lihat orang lewat depan rumah, seperti jalan di teras melalui jendela saat waktu lewat maghrib. Dan untuk beberapa waktu saya jadi terbiasa dengan itu.

Rumahpun mengalami perombakan. Bapak merombaknya secara perlahan karena kondisi ekonomi. Rumah belum terbentu sempurna, lantai baru tanah sajatapi pintu dapur sudah jadi. Jadi posisinya depan rumah jadi tidak mengahadap timur, namun ke selatan. Yang tadinya teras menjadi arah menuju pintu dapur.

Dan hal yang aneh terjadi saat awal-awal. Pintu dapur sering terdengar 'blug' seperti terbuka! Namun alhamdulillah tak terjadi lagi.

rumah awalnya menghadap timur

lalu dirombak menghadap selatan, pintu dapur hadap selatan dan menghadap ex teras


Perombakan berlangsung lagi beberapa tahun kemudian, satahu saya saat saya duduk di bangku SMP. Waktu itu kami harus tinggal di bangunan SD yang tak terpakai, maksudnya meminjam sementara rumah dirombak. Dipinjam ntuk menyimpan perabotan dan tempat tidur sementara.

Bangunan SD itu sering terdengar rumor bahwa bangunannya angker, kalau lihat lama poster tentang mata yang tertempel di dinding, maka akan berkedip. Pokoknya banyak rumor lah, saya juga lupa... sewaktu SD juga saya pernah belajar disana saat masih dipakai.

Jadi bangunan SD itu satu-satunya bangunan yang terpisah agak jauh dari kelas lainnya. Bangunan ini dipakai untuk kelas 4, lokasinya diantara rumah penduduk dan disamping rumah saya.

skip skip lanjut cerita

Saya sendiri gak merasakan apapun, cuman kakak perempuan saya cerita, "sugan teh bapa nu peuting-peuting leumpang teh...' (kirain bapak yang maem-malem jalan).
Jadi ceritanya, kakakku semalem denger ada suara sandal yang ngegasruk lantai tembok kering yang berdebu dan bunyi 'srok....srok...' gitu. Dikiranya bapak padahal semua pada tidur. Haaa untung saya tidur nyenyak, hihi...

Sekedar info bangunan itu sekarang gak ada karena kondisinya gak terawat. Suatu malam pas hujan besar sepulang kerja, bangunannya nampak sudah runtuh. dan sekarang menjadi sebuah lahantak terpakai. Tapi lebih enak begini... heee...


You Might Also Like

6 komentar

  1. ceritanya bener2 horor hehe... biasanya kalo anak sekecil itu suka takut :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. padahal saya tipe penakut mak, tapi waktu itu gak kepikiran kalau itu 'sesuatu' mungkin... tapi mikir yg lewat kok cepet banget ngilangnya, hihi... tapi dah berapa hari takut kok cuman karena dah biasa jadi gak takut, mungkin karena tampilannya gak serem cuman bayangan di balik gorden...

      Delete
  2. Heeee. Terasa di rumah saya sendiri. Ceritanya gak jauh beda. :D

    Udah follow. Follback, ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wiiih sama ya mak? selamat! *lholho??
      udah kok mak, :)

      Delete
  3. horor ya critanya...jd merinding nih mbak

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar dengan baik, sopan dan boleh sedikit bercanda tanpa keterlaluan, ya. No Spam No Iklan.

There was an error in this gadget

Popular Posts

Flickr Images